20 Oktober 2017

VAKSIN PNEUMOKOKUS

Vaksin Pneumokokus atau PCV ( Pneumococcal Conjugate Vaccine ) adalah vaksin berisi protein konjugasi yang bertujuan mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau lebih sering disebut kuman pneumokokus seperti yang sering terjadi pada anak - anak yaitu broncho pneumonia (radang paru - paru) hingga meningitis (radang selaput otak)

Di RSIA. Mutiara Bunda Malang telah tersedia vaksin Pneumokokus / PCV yang bisa di berikan untuk anak - anak maupun dewasa, jadi bagi bunda yang ingin mencegah putra putrinya atau anda sendiri dari penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae silahkan datang ke RSIA. Mutiara Bunda Malang.

Disini kami menyediakan 2 jenis vaksin pneumokokus
  • Vaksin Pneumokokus Prevenar 13
          Rp. 850.000,- / kali suntikkan
 

  • Vaksin Pneumokokus Synflorix 10
          Rp. 550.000,- / kali suntikkan


JADWAL PEMBERIAN

Dosis I sudah dapat diberikan sejak seorang anak berusia 2 bulan Dosis II pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 4 bulan Dosis III pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan Dosis IV pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 12 – 15 bulan atau 2 tahun. Apabila hingga anak berusia 6 bulan belum menerima vaksin PCV, Dosis I dan II pemberiannya dapat dilakukan pada usia 7 – 11 bulan dengan interval antara dosis minimal 1 bulan. Apabila hingga anak berusia 12 bulan belum menerima vaksin PCV, Dosis I dan II pemberiannya dapat dilakukan pada usia 12 – 23 bulan dengan interval antara dosis minimal 2 bulan
Sumber: Imunisasi PCV : Jadwal, Manfaat, Efek Samping - Mediskus

Dosis I sudah dapat diberikan sejak seorang anak berusia 2 bulan Dosis II pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 4 bulan Dosis III pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan Dosis IV pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 12 – 15 bulan atau 2 tahun.
Sumber: Imunisasi PCV : Jadwal, Manfaat, Efek Samping - Mediskus
Dosis I sudah dapat diberikan sejak seorang anak berusia 2 bulan Dosis II pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 4 bulan Dosis III pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan Dosis IV pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 12 – 15 bulan atau 2 tahun. Apabila hingga anak berusia 6 bulan belum menerima vaksin PCV, Dosis I dan II pemberiannya dapat dilakukan pada usia 7 – 11 bulan dengan interval antara dosis minimal 1 bulan. Apabila hingga anak berusia 12 bulan belum menerima vaksin PCV, Dosis I dan II pemberiannya dapat dilakukan pada usia 12 – 23 bulan dengan interval antara dosis minimal 2 bulan
Sumber: Imunisasi PCV : Jadwal, Manfaat, Efek Samping - Mediskus
  1. Dosis I sudah dapat diberikan sejak seorang anak berusia 2 bulan 
  2. Dosis II pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 4 bulan 
  3. Dosis III pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan 
  4. Dosis IV pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 12 – 15 bulan atau 2 tahun.
Apabila hingga anak berusia 6 bulan belum menerima vaksin PCV, Dosis I dan II pemberiannya dapat dilakukan pada usia 7 – 11 bulan dengan interval antara dosis minimal 1 bulan. Apabila hingga anak berusia 12 bulan belum menerima vaksin PCV, Dosis I dan II pemberiannya dapat dilakukan pada usia 12 – 23 bulan dengan interval antara dosis minimal 2 bulan
 
EFEK SAMPING

Efek samping yang mungkin timbul adalah :
  • Nyeri, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan
  • Demam, suhu bisa mencapai 38 C atau lebih
  • Anak menjadi rewel
  • Anak kehilangan nafsu makan
 



 

14 Oktober 2017

KEBUTUHAN ASI SESUAI USIA BAYI

Asi adalah satu - satunya asupan terbaik yang dibutuhkan bayi yang baru lahir, di awal - awal hari setelah bunda melahirkan produksi asi memang hanya sedikit bahkan ada bunda yang payudaranya belum memproduksi asi karena asi bisa baru keluar sampai 3 hari setelah persalinan. Hal inilah yang membuat orang tua kawatir dan beralih ke susu formula karena takut bayinya lapar dan kekurangan nutrisi serta kurangnya dukungan dari orang sekitar itu sangat berpengaruh. Maka dari itu setiap orang tua dan bunda hamil khususnya perlu menambah wawasan atau pengetahuan tentang kebutuhan asi bayi sesuai usianya.


Kebutuhan Asi Bayi
  • Usia 1 hari
Di usia ini, ukuran lambung bayi sangatlah kecil yaitu hanya sebesar kelereng atau biji kemiri dan kebutuhan asinya hanya 5 - 7 ml saja sekali minum, jumlah kebutuhan ini sangatlah pas dengan diawal - awal produksi kolostrum, jadi bunda tak perlu kawatir dengan produksi kolostrum yang sedikit serta jangan terburu - buru memberikan susu formula ya dan menariknya bunda peneliti menemukan bahwa LAMBUNG BAYI BARU LAHIR TIDAK MELAR untuk dapat menampung lebih banyak karena dinding lambung bayi itu tetap, kelebihan susu seringkali dibuang (dimuntahkan kembali). Untuk bunda yang kolostrumnyanya masih belum bisa keluar di hari pertama tetap bersabar ya bunda karena banyak pendapat DSA bahwa bayi baru lahir bisa bertahan 3 hari tanpa makan dan minum karena masih punya cadangan makanan yg mereka bawa dari dalam rahim, terus mintalah dukungan dari suami dan orang sekitar yakinlah bahwa kolostrum masih dalam proses produksi dan akan segera keluar asal payudara bunda juga terus dirangsang atau diberi stimulasi dengan menyusui.
  • Usia 3 hari
Kebutuhan di usia ini sedikit meningkat yaitu sekitar 22 - 30 ml asi sehari, ukuran lambungnya berkembang menjadi sebesar buah ceri atau anggur ukuran sedang dan produksi kolostrum juga semakin meningkat bayi bunda juga akan lebih sering menyusui yaitu sekitar 5 - 10 kali per hari.
  • Usia 4 hari
Tidak jauh beda dengan hari sebelumnya bayi akan menyusu 5 - 10 kali per hari dan kebutuhannya sekitar 58 ml tiap minum, namun mungkin dibeberapa bunda ini adalah hari terakhir kolostrum diproduksi dan berganti dengan asi  dan tak jarang kolostrum berakhir di hari ke 3.
  • Usia 5 dan 6 hari
Bayi bunda akan menyusu dari antara 8 - 12 kali per hari, tentu saja tetap sesuai dengan keinginannya ya bunda selalu susui bayi sesuai kebutuhannya ( on demand ).
  • Usia 7 hari
Di usia ini semestinya bayi bunda bisa menyusui kurang lebih 10 menit di tiap payudara sampai kosong setiap 2 - 3 jam sekali, kebutuhannya pun meningkat rata - rata menjadi 65 ml asi setiap kali minum.
  • Usia 2 - 4 minggu
Semakin bertambahnya usia bayi bunda semakin pintar menyusu dengan begitu berkurangnya durasi dan waktu ketika menyusi, pada minggu ke 2 dan ke 3 bayi bunda bisa menampung kira - kira 60 - 90 ml tiap kali minum dan pada minggu ke 4 bisa mencapai 90 - 120 ml tiap kali minum dengan durasi 7 - 9 kali per hari.
  • Usia 1 - 6 bulan
Tentu saja ketika bayi bunda sudah seusia ini ukuran lambungnya akan membesar, pada bulan pertama bayi bunda bisa menampung 120 ml asi tiap kali minum durasinya akan berkurang namum daya hisapnya pun akan semakin banyak, ketika menginjak usia 3 - 6 bulan durasinya rata - rata tidak berubah dan cenderung tetap.
  • Usia > 6 bulan
Pemberian asi sesuai on demand tetap dilanjutkan ya bunda, mengingat pemberian asi sampai 2 tahun sangat dianjurkan walaupun produksi asi bunda sudah agak berkurang. Dimasa ini bayi bunda juga sudah memerlukan asupan nutrisi lain yaitu MPASI sebagai asupan tambahan untuk membantu masa - masa pertumbuhannya. Perkiraan kebutuhan asi bayi diatas 6 bulan adalah sebagai berikut :
 
 4 - 6 bulan kebutuhan asi 840 - 960 ml per hari, frekuensi 4 - 6 kali sehari
 7 - 9 bulan kebutuhan asi 900 - 960 ml per hari, frekuensi 3 - 5 kali sehari
 10 - 12 bulan kebutuhan asi 720 - 900 ml per hari, frekuensi 3 - 4 kali sehari

Growth Spurt ( Lonjakkan Pertumbuhan )

Ada kalanya bunda merasakan bayi bunda lebih sering menyusu bisa tiap 30 menit sampai 60 menit dan durasinya lebih lama dari biasanya hal tersebut bisa jadi bayi bunda sedang mengalami growth sprut atau lonjakkan pertumbuhan yang akan dialami oleh setiap bayi, ketika masa growth spurt berat badan, tinggi badan, lingkar kepala akan bertambah lebih cepat bahkan bayi bunda bisa melakukan hal baru yang sebelumnya tidak bisa dia lakukan.
Masa growth spurt tiap bayi berbeda namun menurut para ahli masa growth spurt rata - rata terjadi pada usia - usia berikut :
  1. Usia 2 minggu
  2. Usia 3 minggu
  3. Usia 6 minggu
  4. Usia 3 bulan
  5. Usia 6 bulan
Masa ini tidak akan berlangsung lama serta bersifat sementara dan bunda tidak perlu kawatir asi bunda kurang karena produksi asi akan menyesuaikan sesuai kebutuhan bayi bunda, setelah melalui masa growth sprut bayi bunda akan kembali ke pola menyusui seperti semula begitu pula produksi asi bunda.

JENIS ASI

 Asi terdiri dari 3 jenis, yaitu :
  1. Kolostrum
Setelah melahirkan asi yang keluar pertama kali itu disebut kolostrum, kolostrum sangat baik untuk buah hati karena mengandung zat kekebalan tubuh sebagai pelindung tubuh bayi terhadap alam luar yang penuh dengan bakteri dan virus, yang tidak tersedia dalam susu formula. Kolostrum ini juga memiliki efek  laksatif, atau sebagai pelancar, yang membantu usus bayi membuang kotoran pertamanya (mekonium) sejak ia dilahirkan, warna dan tekstur kolostrum ini bisa berbeda-beda pada setiap ibu yang baru melahirkan. Ada yang kental dan berwarna kekuningan, ada pula yang encer dan berwarna kepucatan. Kolostrum tidak keluar dengan deras agar si kecil bisa belajar untuk menyusui dengan baik dan benar karena produksi kolostrum memanglah sedikit sesuai kebutuhan bayi usia 1 hari ukuran lambungnya masih sangat kecil, yaitu sekitar sebesar kelereng. Jadi, bayi pun belum memerlukan banyak ASI saat itu ya bunda.
    
      2. Asi Transisi
 
ASI transisi menggantikan kolostrum dalam empat hari setelah persalinan. ASI transisi mengandung lemak yang tinggi, laktosa, vitamin, lebih banyak kalori dibandingkan dengan kolostrum dan memiliki protein makin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi, dan jumlah  volume ASI semakin meningkat. Hal ini merupakan pemenuhan terhadap aktvitas bayi yang mulai aktif karena bayi sudah beradaptasi terhadap lingkungan. ASI transisi berlangsung sekitar dua minggu dan pada saat ini payudara Anda akan menjadi lebih besar, lebih kencang, dan dapat membuat tidak nyaman atau bahkan terasa sakit. Menyusui secara teratur dan membantu bayi Anda menyusu dengan baik dapat meredakan rasa tidak nyaman pada payudara Anda di masa ini.
 
      3. Asi Matur
 
ASI matur muncul setelah ASI transisi dan mulai muncul sekitar akhir dari minggu kedua setelah persalinan. ASI matur lebih cair dan mengandung lebih banyak air dibanding ASI transisi. ASI matur mengandung 90 persen air dan 10 persen karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan energi.
Terdapat dua tipe dari ASI matur: foremilk dan hindmilk. Foremilk terjadi pada awal sesi menyusui dan mengandung air, vitamin, dan protein. Hindmilk terjadi pada akhir sesi menyusui saat payudara hampir kosong dan mengandung kadar lemak yang lebih tinggi. Tahap ASI matur berlangsung hingga Anda menyapih anak Anda. Namun demikian, seiring dengan pertumbuhan anak Anda dan dia mulai memakan makanan padat dan cairan lain, kandungan nutrisi dan ketersedian ASI Anda akan berubah.


10 Oktober 2017

KOLIK

Pernahkan bunda mendengar istilah kolik ? berikut adalah pengertian, penyebab, pencegahan dan penangannan kolik pada bayi.



Kolik adalah suatu keadaan perut yang nyeri / sakit yang umumnya disebabkan karena bayi terlalu banyak menelan udara saat ia minum atau menyusu. Kolik akan menyebabkan lambung meregang dan mengganggu normalnya sistem pencernaan si bayi dan kolik adalah keadaan dimana bayi menangis terus-menerus secara berlebihan ( lebih dari 3 jam sehari dan paling sedikit 4 hari dalam seminggu). Gangguan ini bisa terjadi sejak anak lahir sampai usia 3-4 bulan. Itu sebabnya, dikenal juga istilah kolik tiga bulan.

Penyebab Kolik

Selain karena menelan udara terlalu banyak, kolik bisa disebabkan antara lain karena :
  1. Sistem pencernaan bayi yang tidak mentolerir protein atau laktosa susu sapi
  2. kondisi refluks (asam lambung dan susu akan kembali naik ke kerongkongan)
  3. sistem pencernaan dan sistem saraf yang belum sempurna
  4. Adanya gas di dalam usus dan hipersensitif terhadap lingkungan (cahaya, suara). 
Meski begitu, penyebab terjadinya kolik yang spesifik sampai kini belum diketahui secara pasti.

Gejala Kolik
  • Menangis secara berlebihan setelah minum atau ketika bangun tidur, terutama di malam hari. Bayi tetap normal dan sehat selain waktu-waktu itu.
  • Tangis sukar dihentikan saat serangan terjadi.
  • Ketika menangis, wajahnya berwarna kemerahan, nampak kesakitan dan kakinya diangkat-angkat (lutut ditekuk ke arah dadanya).
  • Perut mungkin kembung.
Penanganan Kolik
Jika bayi bunda mengalami gejala seperti diatas bisa jadi bayi bunda sedang mengalami kolik untuk penangannanya disarankan bunda tetap tenang jangan panik dan lakukan hal ini :
  • naikkan posisi kepalanya ketika berbaring dengan meletakkan bantal pada bagian bawah kasurnya pada bagian kepala, sehingga ketika dibaringkan, bagian kepala bayi akan lebih tinggi dari kakinya, namun perhatikan jangan sampai leher bayi tertekuk, meskipun miring, bayi harus tetap dalam keadaan lurus.
  • Buat bayi bunda merasa nyaman, peluklah dengan mengusap - usap punggungnya. Lakukan berbagai cara agar tangisnya mereda karena ketika bayi bunda menangis akan semakin banyak udara yang masuk ke dalam perutnya, jangan mudah putus asa ya bunda.
Bunda tak perlu kawatir karena kolik akan menghilang dalam beberapa minggu, dan tidak ada dampak jangka panjang terhadap kesehatannya. Apalagi, umumnya, bayi yang kolik tetap punya nafsu makan yang baik serta kenaikan berat badannya normal.
Mencegah Kolik
  • Periksa apakah posisi mulutnya sudah pas saat menyusu, dan sendawakan dengan benar sehabis menyusu sehingga tak ada udara yang masuk ke dalam usus.
  • Bayi yang diberi susu botol harus mendapatkan perhatian yang lebih. Jagalah putingnya agar selalu bersih dan lubangnya tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Lubang yang terlalu besar akan membuatnya minum terlalu banyak dalam sekali hisap, sedangkan lubang yang terlalu kecil akan membuatnya berusaha menghisap lebih kuat dan ini akan menambah banyaknya udara yang ditelan.

9 Oktober 2017

HIDUNG TERSUMBAT PADA BAYI



Disaat bayi anda terserang flu keadaan tersebut membuat bayi anda sangat tidak nyaman karena hidungnya tersumbat dan menyebabkan kesulitan bernafas sehingga tidurnya pun terganggu.

Di tahun pertamanya, bayi biasanya akan lebih mudah terkena pilek atau flu. Hal ini terjadi karena sistem imun-nya belum terbentuk dengan baik. Sehingga, bayi mudah terinfeksi virus yang menyerang tenggorokan dan hidung. Hasilnya, bayi Anda akan mengalami pilek yang ditandai dengan munculnya ingus dan hidung tersumbat. Jika bayi Anda terkena pilek, disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter. Karena jika tidak, risiko seperti pneumonia mungkin bisa terjadi

Disaat seperti ini anda harus tetap tenang dan membantu bayi anda melegakan hidungnya dan meringankan ketidaknyamannya dengan cara - cara dibawah ini :

  • Atur posisi tidur bayi. Jika bagian yang tersumbat sebelah kanan miringkan bayi kiri, jika bagian kiri yang tersumbat miringkan bayi ke kanan dengan begitu dapat melegakan bagian yang tersumbat.
  • Hangatkan tubuh bayi. Dekap bayi anda dengan penuh kasih sayang, jemur dibawah sinar matahari pagi hari, mandikan dengan air hangat serta oleskan minyak telon atau balsam khusus bayi disertai pijatan lembut di perut bayi, punggungnya serta dada.
  • Penguapan secara alami. Isi baskom dengan air panas tetesi dengan beberapa tetes minyak telon / minyak kayu putih letakkan didekat bayi sehingga uap air dapat terhirup. Cara ini sangat efektif dapat melegakan hidung bayi tersumbat serta dapat meringankan pileknya.
  • Pijat lembut hidung bayi. Pijat secara lembut tepat di hidung bagian atas bayi dengan sedikit olesan minyak telon. Cara tersebut membantu mengeluarkan lender dalam hidung yang menghalangi pernafasan.
  • Mengeluarkan lendir / ingus. Tetesi tiap hidung bayi 1 - 2 tetes cairan NaCl atau juga dikenal larutan garam murni atau bisa juga menggunakan obat tetes NaCl fisiologis 0,9% (20 ml) yang banyak tersedia di apotek misalnya Breathy. Cairan ini dapat membuat selaput dalam pernafasan semakin lembut, mengatasi sumbatan pada hidung dan membuat ingus lebih encer, kemudian hisap lendir / ingus dengan hati -hati menggunakan aspirator (alat isap cairan hidung) atau infant nasal bulb (sejenis pipet kecil). Alat - alat ini banyak tersedia di toko perlengkapan bayi.
 
 Semoga cara - cara mudah diatas dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan untuk anda para orang tua
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

DIARE PADA BAYI DAN BALITA



Diare adalah keadaan dimana bayi bab lebih sering dari biasanya, bentuk feses bayi lebih cair dan encer, terkadang disertai lendir atau darah tergantung pada penyebabnya.

Diare merupakan penyebab kematian bayi tertinggi diindonesia, maka dari itu sangat penting sekali bagi orang tua atau pengasuh bayi memiliki pengetahuan tentang penyebab, pencegahan dan cara mengatasi saat bayi sedang terserang diare.

Penyebab Diare
  1. Infeksi parasit, bakteri, atau virus. Bayi dan balita yang banyak menyentuh benda yang belum tentu bersih akan rentan terinfeksi karena sering memasukkan tangannya yang kotor ke mulut. Selain itu, kekebalan tubuh mereka yang masih dalam tahap berkembang juga membuat mereka lebih rentan tertular penyakit. Virus yang paling sering menyebabkan diare adalah virus rotavirus, sedangkan apabila disebabkan oleh parasit contohnya parasit mikrosopik yang hidup didalam usus gejalanya adalah keluarnya feses sangat banyak, berbau busuk disertai perut kembung dan diare.
  2. Makanan dan minuman. Mengkonsumsi makanan kurang sehat dan bersih / pemberian jus berlebihan terutama yang mengandung sorbitol dan fruktosa tinggi serta makanan terlalu manis dapat menyebabkan diare dikarenakan organ pencernaan yang belum sempurna.
  3. Alergi obat - obatan. Penggunaan antibiotik yang berhubungan dengan pengobatan yang dijalani, dikarenakan antibiotik dapat membunuh bakteri baik didalam usus.
  4. Alergi terhadap makanan tertentu. Bayi yang sudah bisa mencerna makanan padat biasanya dapat terkena alergi makanan tertentu yang dapat menyebabkan diare.
  5. Intoleransi makanan. Bayi yang mengalami intoleransi laktosa bila tidak cukup memproduksi laktase - suatu enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (gula dalam susu sapi atau produk susu lainnya), gejalanya muncul antara 1 -2 jam setelah mengkonsumsi produk susu.

Gejala dan Dampak Diare

  • Bab lebih sering berbentuk cair / encer
  • Ada darah tau nanah pada feses bayi
  • Muntah - muntah
  • Lesu dan lemas
  • Penurunan kesadaran
  • Sakit perut
  • Demam diatas 39°C
  • Adanya tanda - tanda dehidrasi ( mata cekung, kencing sedikit / tidak sama sekali, kulit keriput, bibir kering, tidak mengeluarkan air mata saat menangis)
  • Nafsu makan dan minum menurun
Jika bayi Anda berusia kurang dari enam bulan dan mengalami diare, segera periksakan ke dokter, dan jika mengalami gejala-gejala seperti diatas terutama saat sedang terkena gejala dehidrasi orang tua harus lebih waspada karena dehidrasi dapat memperburuk keadaan si bayi.

Mencegah Diare
  • Mencuci tangan bayi atau balita secara rutin, terutama setelah bermain.
  • Orang dewasa yang merawat bayi atau balita juga perlu menjaga kebersihannya agar tidak menularkan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada bayi.
  • Jaga agar lantai dan benda-benda yang dipegang bayi atau balita Anda selalu bersih.
  • Cegah Bayi memasukkan benda - benda yang diragukan kebersihannya ke dalam mulutnya.
  • Jika bayi mengonsumsi ASI perah atau susu formula, selalu pastikan kebersihan dan kesterilan botol yang digunakan. Selain itu, teruslah menyusui bayi Anda. hal tersebut dapat membantu mencegah diare dan bayi Anda akan pulih lebih cepat.
  • Perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan pada bayi dan balita. Hindari memberikan makanan yang biasa dikonsumsi orang dewasa. Selain itu, jangan berikan makanan yang membuat diare semakin buruk pada bayi Anda, seperti jus apel, susu, dan makanan yang digoreng.
  • Perhatikan peralatan makan dan minum pastikan kebersihannya serta berikan peralatan khusus untuk bayi anda agar tidak bergantian pemakaiannya dengan orang lain.
  • Jika bayi Anda terkena diare akibat alergi atau intoleransi makanan, maka ketahui makanan apa saja yang bisa menyebabkan diare. Jangan memberikan makanan tersebut untuk bayi untuk mencegah diare.
  • Konsultasikan kepada dokter spesialis anak jika bayi dalam masa pengobatan dan mengkonsumsi antibiotik.
  • Memberikan Vaksin Rotavirus dapat mencegah bayi terserang diare dengan aman dan efektif.
Pertolongan Pertama Saat Bayi dan Balita Terkena Diare
  1. Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan tetap berikan asupan nutrisi untuk menggantikan cairan yang terbuang, terus berikan asi bahkan lebih sering dari sebelunnya, jika bayi anda muntah hentikan sejenak sekitar 10 menit lalu lanjutkan pemberian asi.
  2. Memberikan makanan seperti kuah sup, jus buah apel dan pisang kepada balita bisa mencegah balita terkena dehidrasi. Hindari untuk memberikan sayuran karena serat sulit dicerna bila dalam keadaan diare. Hindari makanan yang berbumbu tajam.
  3. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare, orang tua juga bisa memberikan  larutan gula dan garam. Caranya mudah, larutkan air putih dengan enam sendok teh gula yang dicampur dengan setengah sendok teh garam.  Atau kamu juga bisa memberikan larutan oralit siap pakai yang bisa didapatkan di apotek dan toko obat. Bagi anak di bawah usia dua tahun membutuhkan seperempat hingga setengah mangkuk oralit dengan ukuran 125 ml. Berikan larutan gula garam ini kepada balita setelah BAB.
  4. Jika penanganan di rumah sudah dilakukan tetapi diare masih berlangsung selama dua hari, maka ibu harus membawa balita ke rumah sakit. Namun orang tua harus waspada jika bayi dan balita anda sudah mengalami tanda - tanda dehidrasi kurang dari 2 hari serta feses sudah bercampur darah sebaiknya segera larikan ke rumah sakit.