Sabtu

PERADANGAN KRONIS USUS BESAR


Ulcerative Colitis 


 

 

Deskripsi

Ulcerative colitis adalah penyakit peradangan usus yang menyebabkan perdangan kronis pada saluran pencernaan. Penyakit ini ditandai dengan sakit perut dan diare. Seperti penyakit yang menyerang usus dan pencernaan, ulcerative colitis terkadang dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam kehidupan penderita.

Ulcerative colitis biasanya hanya mempengaruhi lapisan terdalam usus besar (kolon) dan rektum. Hal ini terjadi hanya melalui peregangan berkelanjutan di usus besar. Berbeda dengan penyakit Chron yang terjadi di beberapa tempat di saluran pencernaan dan sering menyebar lebih jauh.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit ini. Diduga penyebabnya adalah karena faktor keturunan dan sistem kekebalan tubuh.

Gejala
- perut kaku
- diare berdarah
- kram perut
- perut sakit


Perawatan
Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi peradangan yang memicu tanda-tanda dan gejala. Pengobatan tidak hanya ditujukan untuk penyembuhan jangka pendek tapi juga untuk jangka panjang.

Dalam pengobatan tradisional, penyakit ini bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi bubur
sagu secara rutin.
Keduanya obat-obat dan operasi telah digunakan untuk merawat radang borok usus besar. Bagaimanapun, operasi dicadangkan untuk mereka yang dengan peradangan yang berat dan komplikasi-komplikasi yang mengancam nyawa. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan radang borok usus besar. Pasien-pasien dengan radang borok usus besar akan secara khas mengalami periode-periode kekambuhan (perburukan dari peradangan) diikuti oleh periode-periode remisi/penyembuhan (resolusi peradangan) yang berlangsung berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Sewaktu kekambuhan, gejala-gejala dari sakit perut, diare, dan perdarahan rektum memburuk. Sewaktu remisi-remisi, gejala-gejala ini surut. Remisi-remisi biasanya terjadi karena perawatan dengan obat-obat atau operasi, namun kadangkala mereka terjadi secara spontan, itu adalah tanpa perawatan apa saja.

 

 

 

Obat-obatan

Karena radang borok usus besar tidak dapat disembuhkan oleh obat, tujuan-tujuan perawatan dengan obat adalah untuk 1) menginduksi remisi-remisi, 2) memper-tahankan remisi-remisi, 3) mengecilkan efek-efek sampingan perawatan, dan 4) memperbaiki kwalitas hidup. Perawatan radang borok usus besar dengan obat-obat adalah serupa, namun tidak selalu sama, dengan perawatan penyakit Crohn.
Obat-obat yang merawat radang borok usus besar termasuk 1) agent-agent anti peradangan seperti 5-ASA compounds, kortikosteroid-kortikosteroid sitemik, kortikosteroid-kortiksteroid topikal, dan 2) imunomodulator-imunomodulator.
Obat-obat anti peradangan yang mengurangi peradangan usus adalah dapat disamakan dengan obat-obat arthritis yang mengurangi peradangan sendi (arthritis). Obat-obat anti peradangan yang digunakan untuk merawat radang borok usus besar adalah:
  • Topical 5-ASA compounds seperti sulfasalazine (Azulfidine), olsalazine (Dipentum), dan mesalamine (Pentasa, Asacol, Rowasa enema) yang memerlukan kontak langsung dengan jaringan yang meradang supaya menjadi efketif.
  • Obat-obat anti peradangan sistemik seperti kortikosteroid-kortikosteroid yang mengurangi peradangan diseluruh tubuh tanpa kontak langsung dengan jaringan yang meradang. Kortikosteroid-kortikosteroid sistemik mempunyai efek-efek sampingan yang dapat diprediksi dengan penggunaan jangka panjang.
Imunomodulator-imunomodulator adalah obat-obat yang menekan sistim imun tubuh dengan mengurangi sel-sel yang bertanggung jawab untuk imunitas (kekebalan), atau dengan mengganggu protein-protein yang penting dalam memajukan peradangan. Imunomodulator-imunomodulator bertambah menjadi perawatan-perawatan yang penting untuk pasien-pasien dengan radang borok usus besar yang berat yang tidak merespon secara memadai pada agent-agent anti peradangan. Contoh-contoh dari imunomodulator-imunomodulator termasuk 6-mercaptopurine (6-MP), azathioprine (Imuran), methotrexate (Rheumatrex, Trexall), cyclosporine (Gengraf, Neoral).
Telah lama diamati bahwa risiko radang borok usus besar tampak lebih tinggi pada bukan perokok-perokok dan pada mantan-mantan perokok. Pada keadaan-keadaan tertentu, pasien-pasien membaik ketika dirawat dengan nikotin.

Senyawa-Senyawa 5-ASA (Azulfidine, Asacol, Pentasa, Dipentum)

5-ASA (5-aminosalicylic acid), juga disebut mesalamine, adalah secara kimia serupa dengan aspirin. Aspirin (acetylsalicylic acid) telah digunakan bertahun-tahun dalam perawatan arthritis, bursitis, dan tendinitis (kondisi-kondisi peradangan jaringan). Aspirin, bagaimanapun, tidak efektif dalam merawat radang borok usus besar. Pada sisi lain, 5-ASA dapat menjadi efektif dalanm merawat radang borok usus besar jika obat dapat disampaikan secara langsung (secara topik) pada lapisan kolon yang meradang. Contohnya, Rowasa enema adalah suatu solusi 5-ASA yang efektif dalam merawat peradangan pada dan sekitar rektum (ulcerative proctitis dan ulcerative proctosigmoiditis). Bagaimanapun, solusi enema tidak dapat mencapai cukup tinggi untuk merawat peradangan pada bagian atas kolon. Oleh karenanya, untuk kebanyakan pasien-pasien dengan radang borok usus besar, 5-ASA harus dikonsumsi secara oral. Ketika 5-ASA murni dikonsumsi secara oral, bagaimanapun, lambung dan usus halus (kecil) bagian atas menyerap sebagain besar dari obat sebelum ia mencapai usus besar (kolon). Oleh karenanya, supaya efektif sebagai suatu agent oral untuk radang borok usus besar, 5-ASA harus dimodifikasi secara kimia untuk terlepas dari penyerapan oleh lambung dan usus kecil bagian atas. 5-ASA compounds yang dimodifikasi ini adalah sulfasalazine (Azulfidine), mesalamine (Pentasa, Rowasa, Asacol), dan olsalazine (Dipentum).

Azulfidine

Sulfasalazine (Azulfidine) telah digunakan dengan sukses bertahun-tahun dalam menyebabkan remisi diantara pasien-pasien dengan radang borok usus besar yang ringan sampai sedang. Menyebabkan remisi berarti mengurangi peradangan usus dan menghilangkan gejala-gejala sakit perut, diare, dan perdarahan rektum. Sulfasalazine juga telah digunakan untuk periode-periode waktu yang panjang untuk mempertahankan remisi-remisi.
Sulfasalazine terdiri dari sebuah molekul 5-ASA yang dihubungkan dengan sebuah molekul sulfapyridine. (Sulfapyridine adalah suatu antibiotik sulfa). Menghubungkan kedua molekul-molekul bersama mencegah penyerapan oleh lambung dan usus-usus bagian atas sebelum mencapai kolon. Ketika sulfasalazine mencapaui kolon, bakteri-bakteri di kolon akan mematahkan hubungan antara kedua molekul-molekul. Setelah memisah dari 5-ASA, sulfapyridine diserap kedalam tubuh dan kemudian dikeluarkan dalam urin. 5-ASA yang aktif, bagaimanapun, tetap berada didalam kolon untuk merawat kolitis (radang usus besar).
Kebanyakan dari efek-efek sampingan sulfasalazine disebabkan oleh molekul sulfapyridine. Efek-efek sampingan ini termasuk mual, rasa panas di dada (heartburn), sakit kepala, anemia, ruam kulit (skin rashes), dan, dalam kejadian-kejadian yang jarang, hepatitis dan peradangan ginjal. Pada pria-pria, sulfasalazine dapat mengurangi jumlah sperma. Pengurangan jumlah sperma dapa dibalik, dan jumlahnya biasanya kembali ke normal setelah pemberhentian sulfasalazine atau oleh perubahan ke suatu senyawa 5- ASA yang berbeda.
Manfaat-manfaat dari sulfasalazine umumnya berkaitan dengan dosis. Oleh karenanya, dosis-dosis tinggi sulfasalazine mungkin perlu untuk menyebabkan remisi. Beberapa pasien-pasien tidak dapat tahan terhadap dosis-dosis tinggi karena mual dan gangguan perut. Untuk mengecilkan gangguan perut, sulfasalazine umumnya dikonsumsi setelah makan atau bersama makanan. Beberapa pasien-pasien menemukannya lebih mudah untuk mengkonsumsi Azulfidine-EN (enteric-coated form of sulfasalazine). Enteric-coating membantu mengurangi gangguan perut. Senyawa-senyawa 5-ASA yang lebih baru tidak mempunyai komponen sulfapyridine dan mempunyai lebih sedikit efek-efek sampingan daripada sulfasalazine.

Asacol

Asacol adalah suatu tablet yang tediri dari senyawa-senyawa 5-ASA, mesalamine, dikelilingi oleh suatu lapisan resin akrilik (acrylic resin coating). (Asacol adalah bebas sulfa). Lapisan resin mencegah 5-ASA diserap ketika ia melewati lambung dan usus kecil. Ketika tablet mencapai terminal ileum dan kolon, lapisan resin larut, jadi melepaskan 5-ASA kedalam kolon.
Asacol adalah efektif dalam menyebabkan remisi-remisi pada pasien-pasien dengan radang borok usus besar yang ringan sampai sedang. Ia juga efektif ketika digunakan untuk periode-periode waktu jangka panjang untuk mempertahankan remisi-remisi. Dosis yang direkomendasikan dari Asacol untuk menyebabkan remisis adalah dua tablet 400-mg tiga kali sehari (total 2.4 grams per hari). Dua tablet dari Asacol dua kali per hari (1.6 grams per hari) direkomendasikan untuk mempertahankan remisi. Adakalanya, dosis untuk mempertahankan adalah lebih tinggi.
Seperti dengan Azulfidine, manfaat-manfaat dari Asacol berkaitan dengan dosisnya. Jika pasien-pasien tidak merespon pada 2.4 grams per hari dari Asacol, dosis biasanya ditingkatkan ke 3.6 grams per hari (dan kadangkala bahkan lebih tinggi) untuk menyebabkan remisi. Jika pasien-pasien gagal untuk merespon pada dosis-dosis Asacol yang lebih tinggi, maka alternatif-alternatif, seperti kortikosteroid-kortikosteroid dipertimbangkan.

Pentasa

Pentasa adalah suatu kapsul yang terdiri dari senyawa-senyawa 5-ASA mesalamine didalam bulatan-bulatan yang pelepasannya dikontrol. Seperti Asacol, ia adalah bebas sulfa. Ketika kapsul bergerak turun ke usus-usus, 5-ASA didalam bulatan-bulatan dilepas perlahan-lahan kedalam usus-usus. Tidak seperti Asacol, mesalamine dalam Pentasa dilepas kedalam usus-usus kecil begitu juga kedalam kolon. Oleh karenanya, Pentasa dapat menjadi efektif dalam merawat peradangan dalam usus kecil dan usus besar (kolon). Pentasa sekarang ini adalah senyawa 5-ASA yang paling logis untuk merawat penyakit Crohn yang ringan sampai sedang yang melibatkan usus kecil. Pentasa juga digunakan untuk menyebabkan remisi dan mempertahankan remisi diantara pasien-pasien dengan radang borok usus besar yang ringan sampai sedang.

Olsalazine (Dipentum)

Olsalazine (Dipentum) terdiri dari dua molekul-molekul 5-ASA yang dihubungkan bersama. Ia adalah bebas sulfa. Molekul-molekul 5-ASA yang dihubungkan bergerak melalui lambung dan usus kecil tanpa terserap. Ketika obat mencapai terminal ileum dan kolon, bakteri-bakteri normal didalam usus memecah hubungan dan melepas obat yang aktif kedalam kolon dan terminal ileum. Olsalazine telah digunakan untuk radang borok usus besar dan mempertahankan remisi-remisi. Suatu efek sampingan yang unik terhadap olsalazine adalah secretory diarrhea (diare yang berakibat dari produksi cairan yang berlebihan didalam usus-usus). Kondisi ini terjadi pada 5-10% dari pasien-pasien, dan diarenya adakalanya dapat menjadi parah/berat.

Colazal

Colazal (balsalazide) adalah suatu kapsul dimana 5-ASA dihubungkan oleh suatu ikatan kimia ke molekul lain yang adalah lamban/tak berdaya (tanpa efek pada usus-usus) dan mencegah 5-ASA diserap. Obat ini mampu untuk bergerak melalui usus tidak berubah hingga ia mencapai ujung usus kecil (terminal ileum) dan kolon. Disana, bakteri-bakteri usus memecah/mengurai 5-ASA dan molekul lamban/tak berdaya, melepaskan 5-ASA. Karena bakteri-bakeri usus adalah paling berlimpah-limpah di terminal ileum dan kolon, Colazal digunakan untuk merawat peradangan yang sebagian besar berlokasi pada kolon. Colazal akhir-akhir ini telah disetujui oleh FDA untuk penggunaan di Amerika.
Percobaan-percobaan klinik yang lebih banyak diperlukan untuk membandingkan efektivitas dari Colazal terhadap senyawa-senyawa mesalamine lainnya seperti Asacol dalam merawat radang borok usus besar. Oleh karenanya di Amerika, memilih senyawa 5-ASA yang mana, harus dibedakan dari individu ke individu. Beberapa dokter-dokter meresepkan Colazal untuk pasien-pasien yang tidak dapat tahan atau gagal merespon pada Asacol. Dokter-dokter lainnya meresepkan Colazal untuk pasien-pasien dengan kolitis yang sebagain besar berada disisi kiri, karena beberapa studi-studi tampaknya mengindikasikan bahwa Colazal adalah efektif dalam merawat kolitis sisi kiri.

Efek-Efek Sampingan dari Senyawa-Senyawa 5-ASA

Senyawa-senyawa 5-ASA (5-ASA compounds) yang bebas sulfa mempunyai lebih sedikit efek-efek sampingan daripada sulfasalazine dan juga tidak mengganggu kesuburan pria. Pada umumnya, mereka adalah obat-obat yang aman untuk penggunaan jangka panjang dan adalah dapat ditolerir dengan baik.
Pasien-pasien yang alergi terhadap aspirin harus menghindari senyawa-senyawa 5-ASA karena mereka secara kimia serupa dengan aspirin.
Peradangan ginjal yang jarang telah dilaporkan dengan penggunaan senyawa-senyawa 5-ASA. Senyawa-senyawa ini harus digunakan dengan hati-hati pada pasien-pasien dengan penyakit ginjal yang diketahui. Juga direkomendasikan bahwa tes-tes darah dari fungsi ginjal didapatkan sebelum memulai dan secara periodik selama perawatan.
Kejadian-kejadian yang jarang dari perburukan akut dari diare, kejag-kejang, dan sakit perut mungkin terjadi yang mungkin pada waktu yang bersamaan dapat ditemani oleh demam, ruam kulit, dan malaise (rasa tidak enak badan). Reaksi ini diperkirakan mewakili suatu alergi pada senyawa 5-ASA.

Enema Rowasa

Rowasa adalah senyawa 5-ASA mesalamine dalam bentuk enema dan adalah efektif pada ulcerative proctitis dan ulcerative proctosigmoiditis (dua kondisi-kondisi dimana obat-obat aktif 5-ASA dimasukkan sebagai enema-enema yang dapat dengan mudah mencapai jaringan-jaringan yang meradang secara langsung). Setiap Rowasa enema mengandung 4 grams mesalamine dalam cairan 60 cc. Enema biasanya dimasukkan pada waktu tidur, dan pasien-pasien diberi semangat untuk mempertahankan enema semalaman.
Enema mengandung sulfite dan harus tidak digunakan oleh pasien-pasien dengan alergi sulfite. Kalau tidak, enema-enema Rowasa adalah aman dan dapat ditolerir dengan baik.
Rowasa juga ada dalam bentuk supositoria (yang dimasukkan kedalam dubur) untuk merawat proctitis yang terbatas. Setiap supositoria mengandung 500 mg mesalamine dan biasanya dimasukkan dua kali sehari.
Dimana beberapa pasien-pasien membaik dalam beberapa hari setelah memulai Rowasa, jalannya perawatan biasanya tiga sampai enam minggu. Beberapa pasien-pasien mungkin memerlukan bahkan jalan-jalan (kursus) perawatan lebih lama untuk manfaat yang optimal. Pada pasien-pasien yang tidak merespon pada Rowasa, senyawa-senyawa 5-ASA oral (seperti Asacol) dapat ditambahkan. Beberapa studi-studi telah melaporkan peningkatan efektivitas dalam merawat ulcerative proctitis dan proctosigmoiditis dengan mengkombinasikan senyawa-senyawa 5-ASA oral dengan enema-enema Rowasa. Senyawa-senyawa 5-ASA oral juga digunakan untuk mempertahankan remisi pada ulcerative proctitis dan proctosigmoiditis.
Alternatif lain untuk pasien-pasien yang gagal merespon pada Rowasa atau yang tidak dapat menggunakan Rowasa adalah enema-enema kortison (Cortenema). Kortison adalah suatu kortikosteroid yang adalah suatu agent anti peradangan yang berpotensi. Kortikosteroid-kortikosterid oral adalah obat-obat sistemik dengan efek-efek sampingan jangka panjang yang dapat diprediksi dan serius. Cortenema adalah suatu kortikosteroid topikal yang kurang diserap kedalam tubuh daripada kortikosteroid-kortikosteroid oral, dan, oleh karenanya, ia mempunyai efek-efek sampingan yang lebih sedikit dan kurang parah.


Nasihat diet untuk orang dengan Ulcerative Colitis

Kolitis ulseratif adalah ketika peradangan kronis hadir dalam usus besar (usus besar), yang merupakan bagian dari sistem pencernaan kita. Peradangan kronis ini menyebabkan bisul atau buka luka untuk membentuk. Dalam kebanyakan kasus, orang-orang yang menderita dari kondisi ini tidak menampilkan gejala, dan bahkan ketika ada peringatan tanda-tanda (seperti kelelahan, berat badan, hilangnya nutrisi, sakit sendi), mereka akan berkurang pada mereka sendiri. Berlawanan dengan apa yang kebanyakan orang percaya, faktor-faktor lingkungan berkontribusi besar terhadap perkembangan penyakit ini, diet tidak miskin. Tapi yang mengatakan bahwa, modifikasi diet dapat benar-benar membantu mengurangi efek yang disebabkan oleh ulcerative colitis.
Jika Anda memiliki ulcerative colitis, sangat penting bagi Anda untuk mengubah diet Anda. Meskipun tidak ada tertentu ulcerative colitis diet, banyak orang menemukan bahwa menghindari atau meningkatkan asupan makanan tertentu sangat dapat mengurangi gejala.
Orang-orang yang menderita dari kondisi ini harus mempertahankan diet seimbang, sebaiknya kombinasi seimbang kompleks karbohidrat, lemak yang baik, biji-bijian dan protein. Serat larut sangat membantu untuk kondisi ini dan lebih baik daripada serat larut. Serat larut dapat ditemukan dalam makanan seperti kupas apel, Kupas kentang, dedak oat, dan nasi putih; Sementara serat larut dapat ditemukan di kubis, kulit gandum, jagung manis, dan buah-buahan dan sayuran kulit. Anda disarankan untuk menghindari serat larut karena tidak bisa dicerna oleh tubuh kita, dan itu akan mengganggu usus bahkan lebih. Minyak ikan yang datang dari sarden atau ikan berminyak lainnya akan membantu Anda memperlakukan ulcerative colitis. Asam lemak dalam minyak ikan dipercaya untuk mengurangi peradangan pada umumnya. Termasuk lebih Ikan berminyak dalam diet Anda untuk membantu menyembuhkan borok dalam usus. Jika Anda seorang vegetarian, Anda dapat menyertakan produk susu atau tanaman tinggi protein dalam diet Anda. Produk kedelai dapat pengganti yang baik untuk daging, ikan atau unggas, dan memberikan manfaat yang sama untuk tubuh.
Seperti disebutkan sebelumnya, miskin diet bukanlah penyebab ulcerative colitis. Namun, ada makanan yang dapat memperburuk peradangan atau menyebabkan gejala yang sebelumnya tak terlihat terjadi; makanan ini sering disebut sebagai makanan pemicu. Jenis makanan yang mungkin dianggap sebagai makanan pemicu bervariasi di antara penderita. Satu individu mungkin sangat sensitif terhadap kopi atau kafein secara umum, sementara yang lain tidak. Makanan yang paling umum yang dapat lebih lanjut menyebabkan iritasi adalah alkohol, minuman berkarbonasi, popcorn, sayuran mentah, kacang-kacangan, lada, atau makanan pedas pada umumnya.





PEACE FOR U..

Tidak ada komentar: